Sabtu, 15 Agustus 2015

MATERI GEO SESUAI SKL



1.      SKL 1.Mendeskripsikan hakikat, objek, ruang lingkup, prinsip, konsep, aspek dan pendekatan geografi
10  Konsep esensial ilmu geografi mencakup konsep lokasi, jarak,
keterjangkauan, morfologi, aglomerasi, nilai kegunaan, pola, deferensiasi areal,
interaksi, dan keterkaitan keruangan.
1.Konsep Lokasi
Konsep lokasi menjadi ciri khusus ilmu pengetahuan geografi. Secara pokok,
konsep lokasi dibedakan menjadi dua, sebagai berikut. :
a. Lokasi Absolut
Lokasi ini menunjukkan letak yang tetap terhadap sistem grid atau koordinat.
Untuk menentukan lokasi ini, harus menggunakan letak secara astronomis,
yaitu berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Letak absolut bersifat tetap dan
tidak berubah.
b. Lokasi Relatif
Lokasi relatif sering disebut dengan letak geografis. Lokasi relatif sifatnya
berubah-ubah dan sangat berkaitan dengan keadaan sekitarnya.
Contohnya adalah suatu daerah yang terpencil dan sangat jarang penduduknya,
tetapi setelah bertahuntahun ternyata di daerah itu kaya akan tambang, sehingga menyebabkan daerah tersebut menjadi ramai penduduk.
2. Konsep Jarak
Jarak berkaitan erat dengan lokasi, dan dinyatakan dengan ukuran jarak
lurus di udara yang mudah diukur pada peta. Jarak dapat juga dinyatakan sebagai
jarak tempuh, baik yang berkaitan dengan waktu perjalanan yang diperlukan
maupun dengan satuan biaya angkutan. Jarak sebagai pemisah antara dua
tempat bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
Jarak pada hakikatnya adalah pemisah antarwilayah atau tempat, tetapi
pengertian pemisah sekarang ini berubah sejalan dengan kemajuan-kemajuan
antara lain di bidang teknologi (khususnya sarana transportasi) dan komunikasi.

3. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan tidak selalu berhubungan dengan jarak. Keterjangkauan lebih
berhubungan dengan kondisi medan yang berkaitan dengan sarana angkutan
dan transportasi yang digunakan. Suatu tempat yang tidak memiliki jaringan
transportasi dan komunikasi yang memadai maka dapat dikatakan daerah tersebut
terisolasi atau terpencil. Ada beberapa penyebab suatu daerah mempunyai
aksesibilitas atau keterjangkauan yang rendah, di antaranya kondisi topografi daerah
tersebut yang bergunung, berhutan lebat, rawa-rawa, atau berupa gurun pasir.
Keterjangkauan atau aksesibilitas suatu daerah yang masih rendah lamakelamaan
akan berubah menjadi lebih baik seiring dengan perkembangan kema-juan perekonomian dan teknologi.
4. Konsep Morfologi
Morfologi merupakan perwujudan bentuk daratan muka bumi sebagai hasil
pengangkatan atau penurunan wilayah seperti erosi dan pengendapan atau sedimentasi.
Melihat peristiwa tersebut ada wilayah yang berbentuk pulau, pegunungan,
dataran, lereng, lembah, dan dataran aluvial. Morfologi dataran adalah
perwujudan wilayah yang biasanya digunakan manusia sebagai tempat bermukim,
untuk usaha pertanian, dan perekonomian. Pada umumnya, penduduk terpusat
pada daerah-daerah lembah sungai besar dan tanah datar yang subur. Wilayah
pegunungan dengan lereng terjal sangat jarang digunakan sebagai permukiman.
5. Konsep Aglomerasi
Aglomerasi atau pemusatan adalah kecenderungan persebaran penduduk
yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan bersifat
menguntungkan, karena kesamaan gejala ataupun faktor-faktor umum yang
menguntungkan. Penduduk di perkotaan cenderung tinggal secara mengelompok
pada tingkat sosial yang sejenis seperti permukiman elit atau mewah, permukiman
khusus pedagang, kompleks perumahan pegawai negeri, atau permukiman
kumuh. Di daerah pedesaan, pada umumnya penduduk mengelompok di daerah dataran yang subur. Salah satu keuntungan yang didapat dengan adanya aglomerasi (pemusatan) penduduk dengan tingkat kepadatan yang tinggi adalah dimungkinkannya suatu sistem
ekonomi yang memanfaatkan jumlah penduduk yang besar sebagai daerah pemasaran atau pelayanan, namun meliputi wilayah yang sempit. Dari sini dimungkinkan suatu efisiensi yang tinggi dalam produksi pengangkutan barang maupun pengadaan
sarana pelayanan umum.
6. Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan suatu fenomena di muka bumi bersifat relatif, artinya nilai kegunaan itu tidak sama, tergantung dari kebutuhan penduduk yang
bersangkutan. Misalnya, penduduk yang tinggal di daerah pegunungan, mereka menganggap daerah pegunungan tidak memiliki nilai kegunaan karena mereka berorientasi pada sumber-sumber pertanian di daerah dataran subur di bagian bawah (kaki gunung). Sebaliknya, penduduk kota menganggap pegunungan memiliki nilai kegunaan yang tinggi untuk rekreasi, karena suasana alami pegunungan dapat menghilangkan penat akan hiruk pikuk suasana perkotaan.
7. Konsep Pola
Geografi mempelajari pola-pola, bentuk, dan persebaran fenomena di
permukaan bumi. Geografi juga berusaha memahami makna dari pola-pola
tersebut serta berusaha untuk memanfaatkannya. Pola berkaitan dengan susunan,
bentuk, dan persebaran fenomena dalam ruang muka bumi. Fenomena yang
dipelajari adalah fenomena alami dan fenomena sosial. Fenomena alami seperti
aliran sungai, persebaran vegetasi, jenis tanah, dan curah hujan. Fenomena sosial
misalnya, persebaran penduduk, mata pencaharian, permukiman, dan lain-lain.

8. Konsep Deferensiasi Areal
Wilayah pada hakikatnya adalah suatu perpaduan antara berbagai unsur, baik
unsur lingkungan alam ataupun kehidupan. Hasil perpaduan ini akan menghasilkan
ciri khas bagi suatu wilayah (region). Misalnya, wilayah pedesaan dengan corak
khas area persawahan sangat berbeda dengan wilayah perkotaan yang terdiri atas area permukiman, pusat-pusat perdagangan dan terkonsentrasinya berbagai utilitas kehidupan. Wilayah pedesaan dan perkotaan ini secara bersama-sama dan terus-menerus mengalami perubahan dari waktu ke waktu (bersifat dinamis). Deferensiasai areal juga berakibat terjadinya interaksi penduduk antarwilayah, misalnya mobilisasi penduduk (transmigrasi, urbanisasi, imigrasi dan emigrasi), dan pertukaran barang dan jasa.
9. Konsep Interaksi/ Interdependensi
Interaksi adalah kegiatan saling memengaruhi daya, objek, atau tempat yang
satu dengan tempat lainnya. Setiap tempat mengembangkan potensi sumber
daya alamnya dan kebutuhan yang tidak selalu sama dengan tempat lain. Perbedaan
tersebut mengakibatkan terjadinya interaksi dan interdependensi antarwilayah.
Interaksi antara daerah pedesaan dan perkotaan sangat penting peranannya
untuk pemenuhan kebutuhan hidup di antara keduanya. Bentuk interaksi tersebut misalnya proses pengangkutan hasil pertanian dari desa ke kota, dan proses
pengangkutan mesin pertanian dari kota ke desa. Interaksi juga terjadi antara
kota yang satu dengan kota yang lain baik dalam bentuk pertukaran barang dan
jasa, maupun perpindahan penduduk. Interaksi keruangan terjadi antara unsur
atau fenomena setempat dengan fenomena alam ataupun kehidupan.
10. Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan keruangan atau asosiasi keruangan adalah derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain di suatu tempat atau ruang. Fenomena yang dimaksud adalah fenomena alam dan fenomena kehidupan sosial. 
2.  Pendekatan Geografi
Dalam hal pendekatan, geografi mempunyai cara pandang atau pendekatan yang berbeda dengan ilmu yang lain. Dalam pemecahan masalah, geografi memiliki 3 pendekatan, yaitu pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan, dan pendekatan kompleks wilayah.
1.    Pendekatan keruangan (spasial)
Digunakan untuk mengetahui persebaran dalam penggunaan ruang yang telah ada dan bagaimana penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan. Melalui pendekatan keruangan, seorang geograf akan meneliti secara mendalam tentang keberadaan suatu ruang yang menjadi objek studinya.
2.    Pendekatan kelingkungan (ekologi)
Digunakan oleh ilmu geografi untuk mengetahui hubungan antara keterkaitan antara unsur-unsur yang berada pada lingkungan tertentu, baik antar makhluk hidup maupun antara makhluk hidup dan lingkungan alamnya. Studi interaksi antara organisme hidup dan lingkungan disebut ekologi. Oleh karena itu, pendekatan kelingkungan dapat juga disebut pendekatan ekologis.
3.    Pendekatan kewilayahan
Merupakan kombinasi antara pendekatan keruangan dan lingkungan. Interaksi antar wilayah akan berkembang karena pada hakekatnya suatu wilayah itu mempunyai unsur-unsur yang berbeda dengan wilayah lain. Perbedaan wilayah terjadi karena unsur-unsur dalam ruangan berbeda antara yang satu dengan yang lain ( analisis keruangan). Oleh adanya perbedaan tersebut, jadi saling berinteraksi antara wilayah satu dengan yang lain untuk memenuhi kekurangan unsur pada tiap wilayah. Contohnya, wilayah yang memiliki kekurangan beras akan meminta pada wilayah yang memiliki kelebihan beras. Sebaliknya, wilayah yang memiliki kekurangan beras bisa jadi memiliki kelebihan dalam buah-buahan. Jadi antar wilayah tersebut saling menukar barang yang dimilikinya.
3. Prinsip Geografi
Geografi  memiliki prinsip-prinsip tertentu yang menjadi dasar pada setiap pengkajiannya. Pada waktu melakukan pendekatan terhadap obyek yang dipelajari, dasar atau prinsip ini harus selalu menjiwai. Prinsip-prinsip geografi antara lain prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip keruangan.
1.    Prinsip penyebaran.
Prinsip ini merupakan prinsip dasar ilmu geografi yang tidak boleh ditinggalkan. Setiap gejala dan fakta geografi, baik yang berkenaan dengan gejala alam maupun manusianya tersebar dipermukaan bumi. Penyebaran gejala dan fakta tersebut tidak merata dari satu wilayah kewilayah lain.Dengan memperhatikan dan menggambarkan penyebaran yang tidak merata tersebut, muncul pertanyaan dimana dan bagaimana persebarannya, serta mengapa persebaran tersebut tidak merata .
2.    Prinsip interelasi.
Prinsip ini merupakan prinsip geografi yang menuntun untuk melihat pola hubungan antara satu faktor dan faktor yang lainnya. Didalamnya akan diungkapkan hubungan antara faktor fisis dan faktor fisis lainnya, antara faktor fisis dan faktor manusia, dan antara faktor manusia dengan faktor manusia lainnya. Dari antarhubungan tersebut, akan dapat diungkapkan karakteristik gejala atau fakta geografi disuatu tempat atau wilayah tertentu.
3.    Prinsip deskripsi.
Prinsip ini merupakan prinsip yang menggambarkan lebih jauh  terhadap persebaran dan hubungan interelasi antara fakta dan gejala dipermukaan bumi. Prinsip ini tidak hanya dapat dilaksanakan melalui kata-kata dan peta, tetapi dapat pula ditampilkan dalam bentuk diagram, grafik, atau tabel.
4.    Prinsip keruangan ( korologi ).
Prinsip ini merupakan prinsip yang meninjau gejala, fakta, dan masalah geografi dari penyebaran, interelasi, dan interaksinya dalam ruang. Ruang dalam sudut pandang geografi adalah permukaan bumi, baik keseluruhan maupun sebagian. Ruang permukaan bumi bukan hanya bagian bumi yang bersinggungan dengan udara, melainkan lapisan atmosfer terbawah yang mempengaruhi permukaan bumi, lapisan batuan sampai kedalaman tertentu yang merupakan sumber daya bagi kehidupan, air yang ada dipermukaan bumi, dan air tanah sampai kedalaman bumi. Dengan demikian prinsip keruangan ini memperhatikan penyebaran, interelasi, dan interaksi gejala unsur atau gejala komponen dipermukaan bumi sebagai suatu ruang yang membentuk suatu kesatuan fungsi. Selain menggunakan prinsip-prinsip tertentu, geografi memiliki juga pendekatan, konsep, aspek dan ilmu-ilmu pendukungnya yang berbeda dengan ilmu lainya.

4. Aspek Geografi
Secara garis besar, seluruh obyek kajian geografi dapat dibedakan atas dua aspek utama, yaitu aspek fisik dan aspek sosial. Aspek fisik meliputi  aspek kimiawi, biologis, astronomis, dan sebagainya, sedangkan aspek sosial meliputi aspek antropologis, politis, ekonomis, dan sebagainya.
Jika bumi dipandang dari segi teori lingkungan hidup, permukaan bumi dapat dikelompokkan menjadi tiga lingkungan, yaitu sebagai berikut:
1.    Lingkungan fisikal (physical environment) atau abiotik adalah segala sesuatu disekitar manusia yang berupa makhluk tak hidup, misalnya tanah, udara, air, dan sinar matahari.
2.    Lingkungan biologis (biological environment) atau biotik adalah segala sesuatu disekitar manusia yang berupa makhluk hidup, seperti binatang, tumbuh-tumbuhan termasuk didalamnya adalah manusia.
3.    Lingkungan sosial (social environment) adalah segala sesuatu di sekitar manusia yang berwujud tindakan atau aktivitas manusia baik dalam hubungannya dengan lingkungan alam maupun hubungan antar manusia.
SKL 2. Menganalisis sejarah pembentukan bumi, tata surya dan jagat raya
Bumi terbentuk miliaran tahun lalu, tetapi permukaan Bumi telah banyak mengalami proses perkembangan dan perubahan sepanjang masa. Perubahan tersebut bersifat cepat maupun lambat. Penyebab perubahan tersebut adalah gaya dari dalam bumi (Endogen) dan tenaga dari luar Bumi (eksogen).Bumi merupakan bagian dari sistem galaksi yang berada di jagat raya, yaitu galaksi Bimasakti. Tahukah kamu apa yang disebut dengan galaksi? Dalam ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, dimana anggotanya mempunyai gaya tarik-menarik (gravitasi). Bumi yang kita tempati hanya bagian kecil saja dari galaksi Bimasakti, yaitu bagian dari tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Bimasakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 5m di Observatorium Hale mungkin sampai kira-kira satu miliar galaksi. Galaksi-galaksi inilah pengisi jagat raya.